Pulau Samosir selain daerah tujuan wisata di Sumut, juga merupakan daerah asal si Raja Batak. Berbagai marga dari keturunan si Raja Batak ditemui di Samosir dan salah satu di antaranya marga Sitio.
Marga Sitio adalah keturunan dari si Raja Parna (salah satu keturunan yang sangat banyak di marga Batak) dan sangat taat melaksanakan adat Batak “si sada anak si sada boru”. Keturunan si Raja Parna tidak diperbolehkan saling mengawini.
Di masyarakat Batak ada kultur bahwa marga Sitio 98 persen memakai marga Saragi di daerah Toba dan memakai marga Saragih di daerah Simalungun. Kampung atau Lumban marga Sitio di Samosir ada di Simanindo yang disebut “Lumban Sitio”. Di Simanindo inilah dibangun Tugu Sitio yang akan diresmikan 3-4 Juli 2009 mendatang.
Hal itu dikatakan Humas panitia peresmian Tugu Sitio M Situmorang SH kepada pers di Medan, Sabtu (20/6).
Diharapkan, seluruh keturunan marga Sitio baik yang di bona pasogit maupun di perantauan dapat menghadiri pesta peresmian Tugu Sitio tersebut, karena acara itu sekaligus agar saling mengenal dan mempererat tali silaturahmi.
Ditambahkan, Samosir daerah legenda/budaya Batak banyak ditemui tugu marga-marga Batak. Samosir yang dikelilingi Danau Toba yang indah kini sedang giat-giatnya membangun agar menarik wisatawan mancanegara maupun domestik. Mari bangun dan jaga Samosir dengan segala kemampuan kita, ajak M Situmorang SH.




0 komentar:
Posting Komentar